Langsung ke konten utama

Postingan

Dari Don Mueang ke Jantung Bangkok Dengan Bus dan BTS

Buat Anda yang sedang merencanakan jalan-jalan ke Bangkok, Thailand, dan bingung harus naik apa dari bandara ke jantung kota, saya punya sedikit informasi yang mungkin akan bermanfaat.
Jika Anda melakukan perjalanan dengan menggunakan pesawat berbiaya murah seperti Air Asia, Anda akan mendarat di Bandara Don Mueang. Untuk maskapai penerbangan berbiaya ‘mahal’, pesawatnya akan mendarat di Bandara Suvarnabhumi. Dalam tulisan ini, saya akan membagi informasi cara menuju Kota Bangkok dari Bandara Don Mueang dengan menggunakan bus bandara dan BTS (Bangkok Mass Transit System) atau Sky Train.
Saya menginap di kawasan Sukhumvit. Untuk menuju ke sana, saya menggunakan bus bandara nomor A2 lalu disambung dengan BTS. Untuk menunggu bus nomor A2, Anda tinggal berjalan ke luar dari terminal Bandara Don Mueang. Begitu Anda sampai di pintu keluar terminal bandara, Anda akan melihat halte atau tempat pemberhentian bus. Bagaimana kita tahu bus itu A2 atau bukan? Ada tulisannya kok. Atau biar lebih y…
Postingan terbaru

‘The Color of Paradise’: Menyentuh Tanpa Adegan Dramatis

“You know, nobody loves me. Not even Granny. They all run away from me because I’m blind. If I could see, I would go to the local school with other children. But now I have to go to the school for the blind on the other side of the world. Our teacher says that God loves the blind more because they can’t see. But I told him if it was so, He would not make us blind so that we can’t see Him. He answered, ‘God is not visible. He is everywhere. You can feel Him. You see Him through your fingertips.’ Now I reach out everywhere for God till the day my hands touch Him and tell Him everything, even all the secrets in my heart.”
Itu adalah kata-kata yang diucapkan Mohammad (Mohsen Ramezani), seorang bocah tuna netra, di salah satu adegan paling menyentuh dalam film ‘The Color of Paradise’ (1999). Dengan air mata mengalir dan nafas tercekat, Mohammad mencurahkan perasaannya. Dari luar, ia tampak seperti anak-anak seusianya. Ceria dan penuh rasa ingin tahu. Tapi dalam hati, dia menyimpan kesediha…

Ahok, Tabu, dan Keadilan

Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan kepada Basuki Tjahaja Purnama atau yang lebih dikenal dengan nama Ahok, dalam kasus penodaan agama telah membuat heboh negeri ini. Ada yang menyebut vonis tersebut tidak adil dan mencederai rasa keadilan. Ada yang menyambutnya dengan suka cita karena merasa keadilan telah ditegakkan. Kedua kubu ini, sebelum vonis dijatuhkan, sama-sama mengatakan agar apapun putusan majelis hakim, harus dihormati. Dan kini, vonis telah dijatuhkan.
Bagi orang yang hanya mengamati kasus ini dari jauh, dan bukan termasuk dalam salah satu kubu, saya punya pandangan yang agak berbeda dengan keduanya. Saya mencoba untuk memahami mengapa masing-masing kubu punya pendapat seperti itu. Saya sepakat dengan sebagian pendukung Ahok yang mengatakan kata-kata Ahok tentang Al-Maidah 51 tidak menyinggung perasaan. Karena nyatanya, saya tidak merasa tersinggung dengan ucapan Ahok yang menyandingkan Al-Maidah 51 dengan kata-kata "dibohongin pakai". Kenapa? karena saya t…

The Autopsy of Jane Doe: Teror Jenazah Perempuan Tak Dikenal

Akhirnya saya dapat kesempatan juga menonton film ‘The Autopsy of Jane Doe’ di bioskop. Saya kira film ini tidak akan tayang di sini. Soalnya di Amerika Serikat, film ini sudah dirilis pada Desember 2016 lalu. Oke, lanjut ke filmnya.

Sejak pertama kali lihat trailernya, saya memang sudah tertarik nonton film ini. Yang paling menarik perhatian saya adalah bunyi ‘kliningan’. Dan setelah  menonton filmnya, bunyi itulah yang paling menghantui saya. Anda akan mengerti setelah menonton filmnya.

Film ini bercerita tentang penemuan jenazah perempuan tanpa busana di sebuah rumah yang menjadi lokasi pembunuhan. Polisi bertanya-tanya apa hubungan jenazah wanita itu dengan empat orang yang ditemukan tewas mengenaskan di rumah tersebut. Pihak berwajib lalu membawa jenazah tanpa identitas itu ke rumah mayat milik keluarga Tilden untuk diotopsi ahli koroner Tommy Tilden (Brian Cox), dan putranya, Austin (Emile Hirsch). Sejak kedatangan jenazah wanita itu, peristiwa-peristiwa aneh mulai terjadi di r…

Life: Tidak Baru Tapi Mengasyikkan

Misi luar angkasa, dan alien adalah dua tema yang sangat sering diangkat Hollywood ke layar lebar. ‘Alien‘ (beserta sekuel-sekuelnya), ’The Martian’, ’Gravity’, ‘Passengers’, dan ‘Arrival’ adalah beberapa film yang mengusung tema tersebut, Dan yang baru saja saya tonton, ‘Life’, menambah daftar panjang film sejenis.

‘Life’ berkisah tentang satu tim ilmuan di Stasiun Angkasa Internasional yang meneliti sampel tanah yang diambil dari Mars. Penelitian tersebut bertujuan untuk mencari tahu keberadaan kehidupan di planet merah tersebut. Tahu kan ke mana cerita film ini akan bergulir? Rasanya tanpa perlu memberi bocoran plot mungkin Anda sudah dapat menebak apakah tim tersebut berhasil menemukan apa yang mereka cari atau tidak.

Meski tema yang diangkat bukan sesuatu yang baru, tapi film karya Daniel Espinosa itu menawarkan pengalaman menonton yang mengasyikkan, menurut saya. Tensi cerita terbangun dengan baik, Tidak lambat. To the point. Saya tidak merasa bosan seperti saat menonton ‘Arriv…

Cerita Cinta dan Mata Ketiga

“Kenapa baru sekarang kau mengatakan itu? Kenapa, Pras..?” tanya perempuan itu kepada laki-laki yang berdiri di sampingnya. Perempuan itu menatap lampu-lampu kendaraan yang merayap pelan di jalanan. Bunyi klakson bercampur deru mesin memenuhi udara.

Laki-laki itu berdiri membatu dan membisu. Kedua tangannya masuk ke saku jaket varsity biru-putih yang membungkus tubuhnya. Ia menatap lampu-lampu berwarna merah dan kuning yang merayap pelan di atas aspal dari bawah kakinya hingga jauh ke depan melewati perempatan, dan terus hingga ke jembatan layang.
“Bulan depan aku menikah. Kau tahu itu, bukan? Kenapa baru sekarang kau mengatakan semua ini, Pras?? Kau tahu..” kata perempuan itu sambil mengalihkan pandangannya dari jalanan ke wajah laki-laki yang berdiri di samping kanannya itu. Tatapan penuh arti. “Aku menunggu bertahun-tahun untuk kau mengatakan itu padaku. Dan saat aku sudah menyerah, dan berpikir bahwa kau tak akan pernah mengatakan apa yang ingin kudengar selama bertahun-tahun…

Cinta Laki-Laki Biasa: Cerita Biasa Dengan Penyajian Apik